Pengembara Cinta
Selasa, 30 Juni 2009
ISRAîLIYAH
ISRAîLIYAH
Cerita , kisah, legenda, dan sejarah banyak yang kemurniannya kurang terjaga, bahkan keautentikan cerita tersebut masih sangat disangsikan dan lemah terlebih cerita tersebut berkaitan dengan agama kita, islam. Banyak da'i islam yang terkadang langsung mengambil cerita , kisah dan sejarah islam, kemudian disebarkan, didakwahkan kemasyarakat luas dengan tanpa melihat, mengoreksi, dan meneliti keaslian cerita tersebut. Israiliyah memiliki peran besar dalam cerita, sejarah, legenda bohong. Cerita-cerita ini yang paling banyak dibuat-buat oleh orang Yahudi, maka pantaslah jikalau sebagian bangsa arab tidak percaya akan cerita holorcoust (pembantaian yahudi di Jerman). Apalagi baru-baru ini, yang membuat telinga mereka panas mencapai 100% celcius, Presiden Iran Ahmadinnijat mengatakan " itu semua cerita bohongnya orang israil yang dibuat-buat oleh Yahudi untuk mencari perhatian dunia internasional ,. Agama islam adalah yang paling terakhir yang diwahyukan kepada baginda nabi Muhammad Saw, oleh sebab itu maka kemurniannya dijaga sampai sekarang hingga hari kiamat, al-quran dan hadist adalah dua dasar pokok penting dalam penjagaan terhadap kemurnian agama islam, al-quran sebagai sumber dasar utama bagi umat islam sedangkan hadist adalah sumber dasar kedua, seperti yang telah kita ketahi bersama bahwa agama lain sudah banyak mengalami perubahan yang sangat segnifikan, karena agama yang lain sudah banyak sekali penyimpangan-penyimpangannya, ini, disebabkan karena kitab yang mereka miliki telah banyak sekali mengalami perubahan dan penggantian, dengan demikian maka tentunya membuat pemeluk agama lain iri dengan islam, kenapa agama islam masih tetap terjaga kemurniannya? Kenapa islam masih laris bagi umat manusia? kenapa islam masih menjadi satu-satunya agama yang masih berjaya? Mereka menemukan jawabannya, karena masih ada al-quran dan hadist, oleh sebab itu orang-orang yang iri inilah membuat cara agar kemurnian, serta kesucian agama islam tercemari, dengan itu, musuh-musuh islam membuat kisah bohong, hadist-hadist palsu, sejarah dusta, kemudian dimasukkan dan diselipkan kedalam hadist atau tafsir. Akan tetapi tidak semua israiliyah bohong, atau tidak bisa dipercaya. Dibawah ini insya Allah kita akan bahas israiliyah.
Kalimat "israiliyah" secara etimology mempunyai arti suatu cerita, atau kisah yang sumbernya berasal dari orang israil, yang dimaksud dengan israil disini adalah nabi Ya'qub Bin Ishaq Bin Ibrahim As, Abul Ashbath al- istna 'asyr, kepada beliau inilah yahudi dinisbatkan, sehinggga beliau disebut dengan " Banu Israil " dalam al-quran banyak sekali tentang penyebutan Bani Israil ini, misalnya dalam surah al-maidah ayat 78: " Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Isarail dengan lisan Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka selalu melampui batas." Israiliyah sendiri sebenarnya berasala dari bahasa " 'ibraniyah " yang tersusun dari dua kata yaitu kata " Isra + Il " isra mempunyai arti hamba, pilihan sedangkan "Il" mengandung arti Tuhan dengan demikian arti israil pada hakekatnya adalah hamba Allah dan pilihan Allah dari makhluknya. akan tetapi ulama kontenporer memberikan arti diatas karena memang cocok dengan lafadz didlam bahasa arab. Lain halnnya menurut Dr. Georg Bush didalam kamus sucinya, israil adalah julukan atau gelar yang diberika kepada Nabi Ya'qub yang mempunyai arti pemimpin yang berperang dengan Allah untuk melawan musuh-musuhnya, kemudian laqob ini turun temurun keanak cucu Nabi Ya'qub yang kemudian disebut dengan bangsa israil, setelah sampai ke Nabi Daud gelar ini putus, yang intinya nabi Daud bukan orang israil, ini menurut pendapat kedua.Sedangkan pendapat yang disebut yahudi kerana mereka telah bertaubat dari menyembah anak sapi, karena ma'na asal dari kata" Yahudna " didalam kamus Lisanul 'arabi, mempunyai arti, raja'na, tubna, atau kami telah taubat. Sedangkan israil secara terminology dalam pandangan ulama tafsir dan hadist memberikan arti yang lebih luas dan lebih umum yaitu Kisah-kisah atau cerita zaman dahulu kala yang bersunber dari orang-orang Yahudi Kristen, dan selain mereka, bahkan para ulama menambahkan bahwa semua musuh-musuh islam yang membuat cerita palsu, hadist maudu' tafsir sesat, sejarah/dongeng-dongeng mitos yang menginginkan keragu-raguan bagi pemeluk islam, dan menginginkan kehancuran dalam akidah islam. Kemudian israiliyah ini dimasukkan kedalam kedalam kitab tafsir dan hadist, misalnya, kisah Nabi Muhammad Saw, dengan salah satu Ummul Mu'minin Sayyidah Zainab Binti Jahasy, nabi Nuh dengan anaknya Kan'an, cerita Nabi Luth denagn kedua putrinya, Nabi yusuf dengan Zulaikhah, Ashabul Kahfi, Dzulkarnain, Nabi penyembelihan Nabi Ismail yang menurut cerita mereka yabg disembeliah adalah nabi Ishaq As. Mayoritas israiliyah berasal dari orang yahudi disebabkan karena orang yahudi yang paling sering berbuat anarkis, onar, kebathilan, dan kesesatan dimuka bumi ini. Para nabi kebanyakan dari bangsa yahudi namun mereka tetap tidak bias berubah dan merubah diri mereka sehingga pantas didalam al-quran Allah bahwa mereka adalah kaum yang paling suling diatur, terlalu sombong, dan mengaku golongan pilihan dari Allah. Kebudayaan yahudi bisa di bilang lebih banyak dari pada umat yang lainnya, sehingga mudah sekali untuk masuk kekebudayaan agama lainnya termasuk ke agama islam, dengan berbagai cara, Abdullah Bin Saba' orang yahudi ini adalah pelopor pencetusnya fitnah, kesesatan bagi umat islam, yang kemudian diikuti oleh para pengikutnya yang disebut " Saba,iyyun " dari me reka ada yang masuk ke golongan Syi'ah dan sebagian yang lain masuk ke golongna khawarij, yang tak lain misi mereka adalah untuk memecah belah islam, merusak aqidah islam, dan ,mencemari kemurnian agama islam sebagai agama sam awi baik dari dalam maupun dari luar islam.
Bagaimanakah Israiliayah menyelinap masuk kedalam kitab tafsir dan hadist? Pada hakekatnya, bahwa israiliayh masuk kedalam tafsir dan hadist didahului oleh masuknya kebudayaan kebudayaan Israil terhadap kebudayaan Arab di masa jahiliyah. Bangsa Arab dimasa Jahiliyah bisa dibilang tidak banyak mempunyai kebudayaan sehingga mudah bagi mereka untuk menerima kebudayaan bangsa lain terutama kebudayaan Israil. Bangsa arab jahiliyah juga sering mengadakan pertemuan dengan para pemuka yahudi, Nasrani (ahli kiatb) yang sedang mengadakan pengembaraan, merantau ke jazirah arabiyah, apalagi ketika ada serangan besar-besaran yang dilakukan oleh bangsa Ramawi pada perkiraan tahun 70 Masehi, yang dipimpin oleh Panglima perang Tithos, pada masa ini banyak sekali orang yahudi yang mengalami siksaan, ketidak adilan bahkan dari mereka ada yang terbunuh sia-sia, akhirnya mereka memilih untuk hijrah ke tanah arab. Tidak diragukan bahwa yahudi pastinya akan membawa semua kebudayaannya (tsaqofah), keprcayaannya, dan peradabannya (hadlorah) ke tanah arab, yang telah mereka pelajari dari kitab-kitab agama mereka, ketika mereka telah bermukim di Jazirah arab pastinya mereka akan meneruskan kebiasaan mereka beribadah, dan ritual mereka oleh sebab itu banyak di bangun tempat-tempat peribadatan oleh mereka, serta mereka pastinya akan menyebarkan agama mereka kepada bangsa arab. Seperti apa yang telah dikatakan didalam al-quran surah Quraisy, bahwa bangsa arab, khususnya kaum Quraisy sering mengadakan rihlah ( tour), dalam satu tahunnya dua kali, jikalau musim dingin (syitak) tiba mereka berlibur ke Yaman sedangkan kalau musim panas (shoif) mereka bertamasya ke Syam. Pada masa jahiliyah dua kota ini tekenal banyak ahli kitabnya dari golongan yahudi. Orang-orang yang bertamsay ke dua negeri inipun sering mengadakan pertemuan ( liqo,) dengan para ahli kitab, pastinya satu sama lain saling melengkapi atas kekurangan masing-masing, bahkan pertemuan mereka ini bukan hanya didua kato tadi, melainkan berlajut ditempat lain misalnya, di negeri Arab, pertukaran pendapat dan rasa saling membutuhkan ini tentunya membuat kebudayaan yahudi mudah untuk masuk kekebudayaan bangsa yang pada masa itu bangsa arab dizaman jahiliyah sangat miskin dengan kebudayaan, dengan kebudayaan yangat minim ini mereka tidak ada jalan, dan tidak ada keberanian untuk mempromosikan kebudayaan mereka. Kemudian datang islam dengan kitab al-qurannya, yang didalamnya sangat komplit dengan semua pelbagai ilmu pengetahuan. Pengenalan dasar utama da'wah islam adalah penduduk arab khusunya, agama islampun menyebar keseluruh jazirah arab. Madinah (darul hijrah) adalah pusat penyebaran agama islam dan di Madinah ini juga Nabi membangun masjid untuk pertama kalinya (masjid Quba') dan masjid ini menjadi tempat mengajar bagi para sahabat Rasul, di kawasan Madinah ini banyak qabilah ( golongan) yahudi yang bermukim, misalnya Bani Qinqo', Quraidzah, Bani Nadzir, dll, Dengan kata lain antara kaum muslimin dengan yahudi adalah tetangga, kembali ke awal, bahwa kebiasaan orang arab adalah sering mengadakan pertemuan dengan yahudi, walaupun islam sudah datang (ada). Seiring berjalannya waktu ternyata pertemuan mereka ini tetap berlanjut untuk saling tukar menukar ilmu serta pengetahuan. Nabi sebagai inspirator umat menemui yahudi dan para ahli kitab untuk menjelaskan, memperkenalkan islam kepada mereka, bahwa islam yang di wahyukan kepada Nabi adalah agama yang termaktub didalam kitab suci mereka. Demikian pula orang-orang yahudipun sering menjumpai nabi untuk bertanya, terkadang bertanya tentang sesuatu yang sukar dijawab untuk mengalahkan, dan menjatuhkan martabat Nabi dan ada pula yang bertanya untuk menguji kebenaran bahwa Beliau adalah memang benar-benar utusan Allah bukan hasil pengakuannya sendiri, tentang hal inipun banyak diceritakan dalam al-quran. Bahkan pertemuan itu dilakukan dan diikuti antara kaum yahudi dengan sebagian kaum muslimin. Mereka mengadakan diskusi, musyawarah, bahkan terjadi debat, juga diperbolehkan saling bertanya satu sama lainnya, yang berakhir pada puncak klimaks dimana para ahli kitab dari yahudi banyak yang masuk islam, diantaranya adalah, Abdullah Bin Salam, Ka'ab Bin Ahbar, Wahab Bin Munabbah dan Abdullah Bin Shaury, menurut sejarah, khusunya Abdullah Bin Shaury, dia masuk islam kemudian kembali lagi ke agama asalnya, yahudi. Para ahli kitab ini pastinya mempunyai pengetahuan, dan kebudayaan yang luas tentang agama yahudi, Mereka mempunyai kedudukan, dan wibawa yang tinggi di agama islam, sebab itulah mudah sekali bagi kebudayaan yahudi masuk kedalam islam, Jikalau kita teliti kebudayaan islam dari berbagai aspek maka akan kita temukan ada sebagian kebudayaan tersebut yang berasal dari orang yahudi yang sebenarnya menurut pandangan islam tidak layak menjadi kebudayaan islam yang rahmatan lil 'alamin, seperti sejarah, kisah-kisah, yang dianggap dari para nabi mereka, padahal sebenarnya itu hanya bualan belaka, mitos. Sebagian cerita ini oleh orang yahudi dimasukkan, dan dicampur kedalam ilmu tafsir dan hadist, seperti apa yang dilakukan oleh Imam Ibnu Jarir at-bary, didalam tarikhnya, dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bahkan israiliyah bukan hanya masuk kedlam ilmu tafsir dan hadist melainkan sudah masuk kedalam ilmu tauhid, misalkan argumentasinya orang-orang mu'tazilah.
Sebagian israiliyah ini ada yang menjelek-jelekan, menghina, mencemari, nama baik sebagian para nabi utusan Allah, dan yang juga bisa menghilangkan sifat ,ismatul anbiya' ( bebas dari kesalahan, dan dosa), terlebih lagi israiliyah yang ditujukan kepada nabi Muhammad Saw, yang bisa merusak nama baik Beliau sebagai motivator ummat dan para sahabat beliau (karena hadist palsu atau israiliyah di nisbatkan pada sahabat), yang bisa menghapus sifat para sahabat yang kesemuanya adalah bersikap adil, dan yang paling terpenting dari semua itu bisa mengotori kesucian, al-quran, hadist, dan khususnya agama islam, karena sasaran utamanya adalah agama islam sebagai agama terakhir yang masih tetap terjaga kemurniannya.
Cerita , kisah, legenda, dan sejarah banyak yang kemurniannya kurang terjaga, bahkan keautentikan cerita tersebut masih sangat disangsikan dan lemah terlebih cerita tersebut berkaitan dengan agama kita, islam. Banyak da'i islam yang terkadang langsung mengambil cerita , kisah dan sejarah islam, kemudian disebarkan, didakwahkan kemasyarakat luas dengan tanpa melihat, mengoreksi, dan meneliti keaslian cerita tersebut. Israiliyah memiliki peran besar dalam cerita, sejarah, legenda bohong. Cerita-cerita ini yang paling banyak dibuat-buat oleh orang Yahudi, maka pantaslah jikalau sebagian bangsa arab tidak percaya akan cerita holorcoust (pembantaian yahudi di Jerman). Apalagi baru-baru ini, yang membuat telinga mereka panas mencapai 100% celcius, Presiden Iran Ahmadinnijat mengatakan " itu semua cerita bohongnya orang israil yang dibuat-buat oleh Yahudi untuk mencari perhatian dunia internasional ,. Agama islam adalah yang paling terakhir yang diwahyukan kepada baginda nabi Muhammad Saw, oleh sebab itu maka kemurniannya dijaga sampai sekarang hingga hari kiamat, al-quran dan hadist adalah dua dasar pokok penting dalam penjagaan terhadap kemurnian agama islam, al-quran sebagai sumber dasar utama bagi umat islam sedangkan hadist adalah sumber dasar kedua, seperti yang telah kita ketahi bersama bahwa agama lain sudah banyak mengalami perubahan yang sangat segnifikan, karena agama yang lain sudah banyak sekali penyimpangan-penyimpangannya, ini, disebabkan karena kitab yang mereka miliki telah banyak sekali mengalami perubahan dan penggantian, dengan demikian maka tentunya membuat pemeluk agama lain iri dengan islam, kenapa agama islam masih tetap terjaga kemurniannya? Kenapa islam masih laris bagi umat manusia? kenapa islam masih menjadi satu-satunya agama yang masih berjaya? Mereka menemukan jawabannya, karena masih ada al-quran dan hadist, oleh sebab itu orang-orang yang iri inilah membuat cara agar kemurnian, serta kesucian agama islam tercemari, dengan itu, musuh-musuh islam membuat kisah bohong, hadist-hadist palsu, sejarah dusta, kemudian dimasukkan dan diselipkan kedalam hadist atau tafsir. Akan tetapi tidak semua israiliyah bohong, atau tidak bisa dipercaya. Dibawah ini insya Allah kita akan bahas israiliyah.
Kalimat "israiliyah" secara etimology mempunyai arti suatu cerita, atau kisah yang sumbernya berasal dari orang israil, yang dimaksud dengan israil disini adalah nabi Ya'qub Bin Ishaq Bin Ibrahim As, Abul Ashbath al- istna 'asyr, kepada beliau inilah yahudi dinisbatkan, sehinggga beliau disebut dengan " Banu Israil " dalam al-quran banyak sekali tentang penyebutan Bani Israil ini, misalnya dalam surah al-maidah ayat 78: " Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Isarail dengan lisan Nabi Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka selalu melampui batas." Israiliyah sendiri sebenarnya berasala dari bahasa " 'ibraniyah " yang tersusun dari dua kata yaitu kata " Isra + Il " isra mempunyai arti hamba, pilihan sedangkan "Il" mengandung arti Tuhan dengan demikian arti israil pada hakekatnya adalah hamba Allah dan pilihan Allah dari makhluknya. akan tetapi ulama kontenporer memberikan arti diatas karena memang cocok dengan lafadz didlam bahasa arab. Lain halnnya menurut Dr. Georg Bush didalam kamus sucinya, israil adalah julukan atau gelar yang diberika kepada Nabi Ya'qub yang mempunyai arti pemimpin yang berperang dengan Allah untuk melawan musuh-musuhnya, kemudian laqob ini turun temurun keanak cucu Nabi Ya'qub yang kemudian disebut dengan bangsa israil, setelah sampai ke Nabi Daud gelar ini putus, yang intinya nabi Daud bukan orang israil, ini menurut pendapat kedua.Sedangkan pendapat yang disebut yahudi kerana mereka telah bertaubat dari menyembah anak sapi, karena ma'na asal dari kata" Yahudna " didalam kamus Lisanul 'arabi, mempunyai arti, raja'na, tubna, atau kami telah taubat. Sedangkan israil secara terminology dalam pandangan ulama tafsir dan hadist memberikan arti yang lebih luas dan lebih umum yaitu Kisah-kisah atau cerita zaman dahulu kala yang bersunber dari orang-orang Yahudi Kristen, dan selain mereka, bahkan para ulama menambahkan bahwa semua musuh-musuh islam yang membuat cerita palsu, hadist maudu' tafsir sesat, sejarah/dongeng-dongeng mitos yang menginginkan keragu-raguan bagi pemeluk islam, dan menginginkan kehancuran dalam akidah islam. Kemudian israiliyah ini dimasukkan kedalam kedalam kitab tafsir dan hadist, misalnya, kisah Nabi Muhammad Saw, dengan salah satu Ummul Mu'minin Sayyidah Zainab Binti Jahasy, nabi Nuh dengan anaknya Kan'an, cerita Nabi Luth denagn kedua putrinya, Nabi yusuf dengan Zulaikhah, Ashabul Kahfi, Dzulkarnain, Nabi penyembelihan Nabi Ismail yang menurut cerita mereka yabg disembeliah adalah nabi Ishaq As. Mayoritas israiliyah berasal dari orang yahudi disebabkan karena orang yahudi yang paling sering berbuat anarkis, onar, kebathilan, dan kesesatan dimuka bumi ini. Para nabi kebanyakan dari bangsa yahudi namun mereka tetap tidak bias berubah dan merubah diri mereka sehingga pantas didalam al-quran Allah bahwa mereka adalah kaum yang paling suling diatur, terlalu sombong, dan mengaku golongan pilihan dari Allah. Kebudayaan yahudi bisa di bilang lebih banyak dari pada umat yang lainnya, sehingga mudah sekali untuk masuk kekebudayaan agama lainnya termasuk ke agama islam, dengan berbagai cara, Abdullah Bin Saba' orang yahudi ini adalah pelopor pencetusnya fitnah, kesesatan bagi umat islam, yang kemudian diikuti oleh para pengikutnya yang disebut " Saba,iyyun " dari me reka ada yang masuk ke golongan Syi'ah dan sebagian yang lain masuk ke golongna khawarij, yang tak lain misi mereka adalah untuk memecah belah islam, merusak aqidah islam, dan ,mencemari kemurnian agama islam sebagai agama sam awi baik dari dalam maupun dari luar islam.
Bagaimanakah Israiliayah menyelinap masuk kedalam kitab tafsir dan hadist? Pada hakekatnya, bahwa israiliayh masuk kedalam tafsir dan hadist didahului oleh masuknya kebudayaan kebudayaan Israil terhadap kebudayaan Arab di masa jahiliyah. Bangsa Arab dimasa Jahiliyah bisa dibilang tidak banyak mempunyai kebudayaan sehingga mudah bagi mereka untuk menerima kebudayaan bangsa lain terutama kebudayaan Israil. Bangsa arab jahiliyah juga sering mengadakan pertemuan dengan para pemuka yahudi, Nasrani (ahli kiatb) yang sedang mengadakan pengembaraan, merantau ke jazirah arabiyah, apalagi ketika ada serangan besar-besaran yang dilakukan oleh bangsa Ramawi pada perkiraan tahun 70 Masehi, yang dipimpin oleh Panglima perang Tithos, pada masa ini banyak sekali orang yahudi yang mengalami siksaan, ketidak adilan bahkan dari mereka ada yang terbunuh sia-sia, akhirnya mereka memilih untuk hijrah ke tanah arab. Tidak diragukan bahwa yahudi pastinya akan membawa semua kebudayaannya (tsaqofah), keprcayaannya, dan peradabannya (hadlorah) ke tanah arab, yang telah mereka pelajari dari kitab-kitab agama mereka, ketika mereka telah bermukim di Jazirah arab pastinya mereka akan meneruskan kebiasaan mereka beribadah, dan ritual mereka oleh sebab itu banyak di bangun tempat-tempat peribadatan oleh mereka, serta mereka pastinya akan menyebarkan agama mereka kepada bangsa arab. Seperti apa yang telah dikatakan didalam al-quran surah Quraisy, bahwa bangsa arab, khususnya kaum Quraisy sering mengadakan rihlah ( tour), dalam satu tahunnya dua kali, jikalau musim dingin (syitak) tiba mereka berlibur ke Yaman sedangkan kalau musim panas (shoif) mereka bertamasya ke Syam. Pada masa jahiliyah dua kota ini tekenal banyak ahli kitabnya dari golongan yahudi. Orang-orang yang bertamsay ke dua negeri inipun sering mengadakan pertemuan ( liqo,) dengan para ahli kitab, pastinya satu sama lain saling melengkapi atas kekurangan masing-masing, bahkan pertemuan mereka ini bukan hanya didua kato tadi, melainkan berlajut ditempat lain misalnya, di negeri Arab, pertukaran pendapat dan rasa saling membutuhkan ini tentunya membuat kebudayaan yahudi mudah untuk masuk kekebudayaan bangsa yang pada masa itu bangsa arab dizaman jahiliyah sangat miskin dengan kebudayaan, dengan kebudayaan yangat minim ini mereka tidak ada jalan, dan tidak ada keberanian untuk mempromosikan kebudayaan mereka. Kemudian datang islam dengan kitab al-qurannya, yang didalamnya sangat komplit dengan semua pelbagai ilmu pengetahuan. Pengenalan dasar utama da'wah islam adalah penduduk arab khusunya, agama islampun menyebar keseluruh jazirah arab. Madinah (darul hijrah) adalah pusat penyebaran agama islam dan di Madinah ini juga Nabi membangun masjid untuk pertama kalinya (masjid Quba') dan masjid ini menjadi tempat mengajar bagi para sahabat Rasul, di kawasan Madinah ini banyak qabilah ( golongan) yahudi yang bermukim, misalnya Bani Qinqo', Quraidzah, Bani Nadzir, dll, Dengan kata lain antara kaum muslimin dengan yahudi adalah tetangga, kembali ke awal, bahwa kebiasaan orang arab adalah sering mengadakan pertemuan dengan yahudi, walaupun islam sudah datang (ada). Seiring berjalannya waktu ternyata pertemuan mereka ini tetap berlanjut untuk saling tukar menukar ilmu serta pengetahuan. Nabi sebagai inspirator umat menemui yahudi dan para ahli kitab untuk menjelaskan, memperkenalkan islam kepada mereka, bahwa islam yang di wahyukan kepada Nabi adalah agama yang termaktub didalam kitab suci mereka. Demikian pula orang-orang yahudipun sering menjumpai nabi untuk bertanya, terkadang bertanya tentang sesuatu yang sukar dijawab untuk mengalahkan, dan menjatuhkan martabat Nabi dan ada pula yang bertanya untuk menguji kebenaran bahwa Beliau adalah memang benar-benar utusan Allah bukan hasil pengakuannya sendiri, tentang hal inipun banyak diceritakan dalam al-quran. Bahkan pertemuan itu dilakukan dan diikuti antara kaum yahudi dengan sebagian kaum muslimin. Mereka mengadakan diskusi, musyawarah, bahkan terjadi debat, juga diperbolehkan saling bertanya satu sama lainnya, yang berakhir pada puncak klimaks dimana para ahli kitab dari yahudi banyak yang masuk islam, diantaranya adalah, Abdullah Bin Salam, Ka'ab Bin Ahbar, Wahab Bin Munabbah dan Abdullah Bin Shaury, menurut sejarah, khusunya Abdullah Bin Shaury, dia masuk islam kemudian kembali lagi ke agama asalnya, yahudi. Para ahli kitab ini pastinya mempunyai pengetahuan, dan kebudayaan yang luas tentang agama yahudi, Mereka mempunyai kedudukan, dan wibawa yang tinggi di agama islam, sebab itulah mudah sekali bagi kebudayaan yahudi masuk kedalam islam, Jikalau kita teliti kebudayaan islam dari berbagai aspek maka akan kita temukan ada sebagian kebudayaan tersebut yang berasal dari orang yahudi yang sebenarnya menurut pandangan islam tidak layak menjadi kebudayaan islam yang rahmatan lil 'alamin, seperti sejarah, kisah-kisah, yang dianggap dari para nabi mereka, padahal sebenarnya itu hanya bualan belaka, mitos. Sebagian cerita ini oleh orang yahudi dimasukkan, dan dicampur kedalam ilmu tafsir dan hadist, seperti apa yang dilakukan oleh Imam Ibnu Jarir at-bary, didalam tarikhnya, dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bahkan israiliyah bukan hanya masuk kedlam ilmu tafsir dan hadist melainkan sudah masuk kedalam ilmu tauhid, misalkan argumentasinya orang-orang mu'tazilah.
Sebagian israiliyah ini ada yang menjelek-jelekan, menghina, mencemari, nama baik sebagian para nabi utusan Allah, dan yang juga bisa menghilangkan sifat ,ismatul anbiya' ( bebas dari kesalahan, dan dosa), terlebih lagi israiliyah yang ditujukan kepada nabi Muhammad Saw, yang bisa merusak nama baik Beliau sebagai motivator ummat dan para sahabat beliau (karena hadist palsu atau israiliyah di nisbatkan pada sahabat), yang bisa menghapus sifat para sahabat yang kesemuanya adalah bersikap adil, dan yang paling terpenting dari semua itu bisa mengotori kesucian, al-quran, hadist, dan khususnya agama islam, karena sasaran utamanya adalah agama islam sebagai agama terakhir yang masih tetap terjaga kemurniannya.
Dengan tampa menjeneralkan semua israiliyah adalah bohong dan tidak bisa dipercaya, ada sebagian israiliyah memang benar dan bisa dipercaya keautentikannya, sebab itu para ulama membagi israiliyah menjadi tiga bagian, jikalau alur cerita dan sejarahnya benar (shohehah) ini yang pertama, kedua, apabila alur ceritanya ribet, kurang bagus, lemah sanadnya (dho,ifah), terakhir jikalau cerita itu palsu, dibuat-buat untuk mengelabui orang lain ( maudu').
posted by Miskari Ahmad at 17.28
0 Comments:
Posting Komentar
<< Home